Jumat, 16 Oktober 2026 • 17:39 WIB
BREAKING
Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani
ID EN
NANGGROVA.ID — Voice of Nanggroe
TEKNOLOGI bolt BREAKING

Diskominfo Tangerang Ingatkan Warga Waspada Penipuan Lowongan Kerja di Grup Telegram

M
Muhammad Akbar
• calendar_today Jumat, 24 April 2026 • 09:54 WIB • schedule 3 mnt baca
Diskominfo Tangerang Ingatkan Warga Waspada Penipuan Lowongan Kerja di Grup Telegram
photo_camera Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Banten Mugiya Wardhany. ANTARA/Irfan

NANGGROVA.MY.ID | Diskominfo Tangerang Ingatkan Warga Waspada Penipuan Lowongan Kerja di Grup TelegramTANGERANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya penipuan berkedok tawaran pekerjaan yang beredar melalui grup Telegram. Modus ini kian berkembang dan menyasar berbagai kalangan, terutama pengguna aktif media sosial yang mencari penghasilan tambahan secara online.

Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengatakan bahwa pelaku penipuan biasanya menawarkan pekerjaan sampingan dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Tawaran tersebut dikemas secara menarik agar terlihat meyakinkan, bahkan sering kali mencatut nama institusi resmi seperti perbankan atau perusahaan besar.

“Pelaku memanfaatkan psikologi korban dengan menawarkan pekerjaan yang terlihat mudah, seperti hanya memberikan tanda suka (like) pada konten atau mengikuti akun tertentu, namun dijanjikan bayaran yang cukup besar,” ujar Mugiya dalam keterangannya di Tangerang, Jumat.

Ia menjelaskan, modus yang dikenal sebagai skema “misi berbayar” ini biasanya diawali dengan undangan masuk ke grup Telegram tanpa persetujuan pengguna. Setelah bergabung, korban akan diberikan tugas-tugas ringan yang terlihat sederhana, seperti menyukai postingan media sosial atau melakukan aktivitas tertentu secara online.

Untuk membangun kepercayaan, pelaku kerap memberikan komisi kecil di awal kepada korban. Hal ini bertujuan agar korban merasa bahwa sistem tersebut benar-benar memberikan keuntungan. Namun, setelah korban mulai percaya, pelaku akan meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang sebagai syarat untuk mengikuti “misi besar” dengan iming-iming keuntungan yang lebih tinggi.

“Di sinilah biasanya korban mulai terjebak. Mereka diminta melakukan deposit dengan alasan untuk mendapatkan keuntungan berlipat. Padahal, itu hanyalah tipu daya untuk menguras uang korban,” jelasnya.

Selain itu, Mugiya juga mengingatkan bahwa ciri lain dari grup penipuan tersebut adalah adanya kontrol ketat, di mana hanya admin yang dapat mengirimkan pesan. Hal ini membuat anggota grup tidak bisa berdiskusi atau mengajukan pertanyaan secara bebas, sehingga informasi yang beredar sepenuhnya dikendalikan oleh pelaku.

Diskominfo Kota Tangerang mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan yang menjanjikan penghasilan besar tanpa kejelasan sistem kerja yang transparan. Masyarakat diminta untuk selalu berpikir kritis dan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan uang dan data pribadi.

“Lebih baik menolak sejak awal daripada harus menanggung kerugian di kemudian hari. Keamanan data pribadi dan finansial harus menjadi prioritas utama,” tegas Mugiya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk segera keluar dari grup Telegram yang mencurigakan dan menggunakan fitur “Report Spam and Leave” untuk melaporkan aktivitas tersebut. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak pernah mentransfer uang ke rekening yang tidak dikenal, apalagi dengan alasan untuk mempermudah pencairan hasil kerja.

Mugiya juga menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, seperti nomor rekening, PIN, maupun kode OTP, agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jangan pernah memberikan informasi sensitif kepada siapa pun, termasuk kepada pihak yang mengaku sebagai admin atau perwakilan perusahaan. Ini sangat berbahaya dan bisa berdampak besar pada keamanan finansial,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika masyarakat menemukan indikasi penipuan atau bahkan menjadi korban, diharapkan segera melapor kepada pihak berwenang melalui kanal resmi kepolisian atau layanan pengaduan yang tersedia, seperti aplikasi Tangerang LIVE.

Fenomena penipuan digital ini menunjukkan bahwa kejahatan siber terus berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi di masyarakat. Oleh karena itu, kewaspadaan dan literasi digital menjadi kunci utama untuk melindungi diri dari berbagai modus penipuan yang semakin canggih.

Diskominfo berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, terutama yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa usaha yang jelas.

Sumber : Antara

share Bagikan:

BERITA TERKAIT

campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya