Minggu, 18 Oktober 2026 • 00:15 WIB
BREAKING
Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani
ID EN
NANGGROVA.ID — Voice of Nanggroe
INTERNASIONAL bolt BREAKING

Bangunan Runtuh dan Tsunami Terjang Filipina, Korban Tewas Jadi 35 Orang

N
Najmul Hadi
• calendar_today Selasa, 09 Juni 2026 • 02:23 WIB • schedule 2 mnt baca
Bangunan Runtuh dan Tsunami Terjang Filipina, Korban Tewas Jadi 35 Orang
photo_camera 9 Juni 2026 – Petugas penyelamat dan warga mengevakuasi korban di antara reruntuhan bangunan yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina. Bencana tersebut menyebabkan sedikitnya 35 orang tewas, ratusan lainnya terl

NANGGROVA.MY.ID | MANILA, FILIPINA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin (9/6/2026) mengakibatkan sedikitnya 35 orang meninggal dunia dan lebih dari 200 lainnya mengalami luka-luka. Korban jatuh akibat runtuhnya bangunan, tanah longsor, serta dampak tsunami yang menyusul setelah gempa terjadi.

Berdasarkan laporan otoritas setempat, gempa terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat dengan pusat gempa berada di laut lepas Pulau Mindanao pada kedalaman sekitar 33 kilometer. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kota General Santos, Sarangani, South Cotabato, Davao Occidental, dan beberapa kawasan pesisir lainnya.

Kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di Kota General Santos. Sejumlah bangunan, pertokoan, dan fasilitas umum mengalami kerusakan berat hingga roboh. Infrastruktur penting juga terdampak, mengganggu aktivitas masyarakat dan proses evakuasi.

Selain gempa, tsunami setinggi sekitar satu meter menerjang beberapa wilayah pesisir. Gelombang tersebut merusak rumah-rumah warga dan memaksa ribuan penduduk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Direktur Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, Teresito Bacolcol, menyebut gempa ini sebagai salah satu yang terkuat yang melanda Filipina sepanjang tahun ini. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan karena masih berisiko runtuh akibat gempa susulan.

Menanggapi bencana tersebut, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan pembatalan kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak serta menginstruksikan seluruh lembaga terkait untuk mempercepat proses evakuasi, pencarian korban, dan penyaluran bantuan kemanusiaan.

Hingga kini, tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap sejumlah warga yang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Beberapa orang juga dilaporkan hilang, termasuk siswa yang diduga berada di dalam gedung sekolah yang ambruk saat gempa terjadi.

Meskipun otoritas Filipina dan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik telah mencabut peringatan tsunami, ribuan warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena khawatir akan kemungkinan gempa susulan.

Pemerintah Filipina saat ini terus melakukan pendataan terhadap korban dan kerusakan yang ditimbulkan. Jumlah korban jiwa diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlanjutnya proses pencarian dan evakuasi di berbagai wilayah terdampak.

share Bagikan:

BERITA TERKAIT

campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya