NANGGROVA.MY.ID | CEBU, FILIPINA — Kota Cebu, Filipina, mulai dipadati para pemimpin dan delegasi negara-negara Asia Tenggara menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (8/5/2026).
Pertemuan tingkat tinggi kawasan ini menjadi perhatian internasional di tengah situasi global yang dipenuhi ketidakpastian ekonomi serta meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas energi dunia.
Filipina selaku Ketua ASEAN 2026 menjadi tuan rumah rangkaian agenda penting yang dipusatkan di Lapu-Lapu City, Cebu. Para kepala negara dan pimpinan pemerintahan ASEAN dijadwalkan membahas berbagai isu strategis kawasan, mulai dari ketahanan pangan, kerja sama ekonomi, stabilitas energi, hingga perlindungan pekerja migran. Perwakilan Myanmar, Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri U Hau Khan Sum, menjadi delegasi pertama yang tiba di Cebu pada Rabu (6/5) siang waktu setempat. Myanmar menjadi satu-satunya anggota ASEAN yang tidak diwakili kepala pemerintahannya dalam KTT kali ini.
Pada hari yang sama, Perdana Menteri Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah juga tiba di Cebu sekitar pukul 18.30 waktu setempat. Sementara itu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mendarat pada malam hari usai menyelesaikan sejumlah agenda kenegaraan di Manila.
Sejumlah pemimpin ASEAN lainnya dijadwalkan tiba pada Kamis (7/5), termasuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung, serta Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao.
Selain agenda utama KTT ASEAN, Presiden Marcos juga dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Vietnam untuk membahas kerja sama strategis kedua negara.
Sebagai Ketua ASEAN tahun ini, Filipina menaruh perhatian besar terhadap isu ketahanan energi di tengah terganggunya pasokan minyak global akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Presiden Marcos menyebut pembahasan mengenai stabilitas energi akan menjadi salah satu fokus utama dalam forum kawasan tersebut. “Kawasan ASEAN harus memperkuat kerja sama agar mampu menghadapi tantangan global, terutama terkait energi dan ketahanan ekonomi,” demikian pernyataan Presiden Marcos sebelumnya.
Selain isu energi, forum ASEAN kali ini juga diperkirakan akan membahas penguatan konektivitas kawasan, keamanan maritim, stabilitas rantai pasok, serta peningkatan perlindungan terhadap pekerja migran ASEAN.
Pemerintah Filipina diketahui melakukan sejumlah penyesuaian dalam pelaksanaan KTT tahun ini untuk menekan biaya penyelenggaraan. Beberapa agenda dan rapat pendukung dilaksanakan secara daring, sementara sejumlah kegiatan persiapan dipersingkat tanpa mengurangi substansi pembahasan utama.
Meski demikian, Filipina memastikan pelaksanaan KTT ASEAN ke-48 tetap berjalan optimal dan menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas serta kerja sama regional di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Sumber : Antara