NANGGROVA.MY.ID | NANNING – Dua karya video asal Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa setelah meraih penghargaan dalam Kontes Video Pendek Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN-China ke-5 yang digelar di Nanning, Daerah Otonom Guangxi Zhuang, China, Kamis (25/6).
Video berjudul "Kota Kebahagiaan" karya Rian Fahardhi Risyad berhasil meraih Excellence Awards, sementara film pendek "Boundless Love" produksi Nanyang Breeds Media memperoleh Special Awards Micro Drama.
Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk China, Irene, menyampaikan bahwa Indonesia memandang pertukaran antarmasyarakat sebagai fondasi penting dalam memperkuat hubungan ASEAN dan China. Menurutnya, kolaborasi di bidang budaya dan kreativitas akan semakin mempererat kemitraan kedua belah pihak.
Kompetisi yang mengusung tema "Bergandengan Tangan, Dari Hati ke Hati, Bersama untuk Modernisasi" tersebut dibuka sejak Desember 2025 dan berhasil menghimpun 8.774 karya dari China dan negara-negara ASEAN.
Rian Fahardhi Risyad mengungkapkan bahwa ide pembuatan "Kota Kebahagiaan" muncul setelah dirinya mengunjungi kawasan hutong di Beijing. Pengalaman tersebut menginspirasinya untuk membayangkan sebuah kota yang mampu menciptakan kehidupan harmonis, di mana masyarakat saling mengenal, membantu, dan peduli satu sama lain.
Melalui videonya, Rian menggambarkan konsep kota yang tidak hanya menyediakan lapangan pekerjaan dan ruang publik yang nyaman, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan masyarakat.
Menurutnya, proses kreatif dalam menghasilkan karya tersebut berawal dari kegelisahan terhadap berbagai persoalan kehidupan sehari-hari. Ia meyakini bahwa kecemasan bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan perubahan positif.
"Bagaimana jika ruang publik membantu orang menemukan pekerjaan, sekaligus memberikan kesehatan batin, tujuan hidup, dan harapan? Jangan sia-siakan kecemasan Anda, dengarkan, lalu ubahlah menjadi sesuatu," ujar Rian.
Sementara itu, CEO Nanyang Breeds Media, Gandhi Priambodo, menjelaskan bahwa "Boundless Love" mengangkat kisah cinta pasangan Indonesia dan China yang harus menghadapi perbedaan budaya sebelum akhirnya saling memahami.
Film tersebut mengambil lokasi syuting di Palembang, Sumatera Selatan. Ceritanya berkisah tentang seorang pekerja asal China di sebuah pembangkit listrik yang jatuh cinta kepada seorang perawat Indonesia. Hubungan keduanya sempat mendapat penolakan keluarga karena perbedaan budaya, namun akhirnya mereka mampu membuktikan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun hubungan.
Gandhi mengaku pihaknya mengikuti kompetisi setelah melihat pengumuman festival video pendek yang diselenggarakan oleh China Publisher dan bersyukur karyanya berhasil meraih penghargaan internasional.
Pada ajang tahun ini, sebanyak 39 karya dari China dan negara-negara ASEAN berhasil meraih penghargaan. Para pemenang berasal dari China, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, dan Thailand.
Penyelenggara memberikan hadiah sebesar 1.000 dolar AS untuk peraih penghargaan emas, 800 dolar AS untuk penghargaan perak, 500 dolar AS untuk penghargaan perunggu, 400 dolar AS untuk kategori drama mikro, serta sejumlah penghargaan unggulan lainnya.
Sumber: ANTARA