Jumat, 16 Oktober 2026 • 19:56 WIB
BREAKING
Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani
ID EN
NANGGROVA.ID — Voice of Nanggroe
INTERNASIONAL bolt BREAKING

Erdogan Tekankan Pentingnya SDM dalam Transformasi Global Turkiye

M
Muhammad Akbar
• calendar_today Selasa, 28 April 2026 • 09:09 WIB • schedule 3 mnt baca
Erdogan Tekankan Pentingnya SDM dalam Transformasi Global Turkiye
photo_camera Istanbul, 28 April 2026 — Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, terlihat menyampaikan pidato dalam forum internasional OECD Skills Summit 2026. Ia berdiri di podium dengan latar belakang layar besar bertema transformasi global, sementara para delegasi d

NANGGROVA.MY.ID | ISTANBUL – Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama dalam menghadapi transformasi global yang berlangsung sangat cepat, terutama akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan saat berbicara dalam KTT Keterampilan ke-6 yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development di Istanbul, Senin. Dalam forum tersebut, ia menggambarkan perubahan yang terjadi saat ini sebagai gelombang transformasi tenaga kerja yang setara dengan Revolusi Industri. Menurut Erdogan, dunia kerja dan sektor produksi tengah mengalami perubahan fundamental. Seiring dengan kemajuan teknologi, berbagai jenis pekerjaan baru bermunculan, sementara sejumlah pekerjaan lama mulai tergantikan oleh sistem otomatisasi. Dalam kondisi ini, kualitas SDM menjadi faktor penentu bagi suatu negara untuk tetap kompetitif di tingkat global. Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi robotika dan kecerdasan buatan yang membawa peluang besar, namun sekaligus menghadirkan tantangan serius. Erdogan menyebutkan bahwa pasar robotika global yang saat ini bernilai sekitar 100 miliar dolar AS diperkirakan akan melonjak drastis hingga mencapai 25 triliun dolar AS pada tahun 2050. Fenomena meningkatnya penggunaan fasilitas produksi otomatis penuh atau “dark factories” turut menjadi perhatian. Konsep ini merujuk pada pabrik yang beroperasi tanpa kehadiran manusia, sepenuhnya dikendalikan oleh mesin dan sistem kecerdasan buatan. Menurut Erdogan, perkembangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa dunia sedang memasuki fase baru dalam transformasi tenaga kerja. “Melihat fenomena dark factories saja sudah cukup menunjukkan bahwa kita sedang menghadapi gelombang perubahan besar seperti Revolusi Industri,” ujarnya. Di sisi lain, Erdogan juga mengangkat isu ketimpangan struktural yang masih terjadi di banyak negara. Ia menyoroti kelompok perempuan, migran, serta pelajar dari latar belakang rentan yang kerap tidak memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi mereka. Ia menegaskan bahwa tidak ada negara yang dapat mencapai pembangunan yang kuat jika sebagian besar sumber daya manusianya tidak dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, inklusivitas dalam pengembangan SDM menjadi hal yang sangat penting. Dalam konteks domestik, Erdogan memaparkan sejumlah capaian Turkiye di sektor ketenagakerjaan. Salah satunya adalah penurunan tingkat pekerjaan informal yang signifikan, dari lebih dari 52 persen pada awal tahun 2000-an menjadi sekitar 24 persen pada tahun 2025. Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai salah satu kemajuan terbesar dalam pasar tenaga kerja Turkiye dalam dua dekade terakhir. Erdogan juga menekankan bahwa visi pembangunan nasional bertajuk “Abad Turkiye” bertumpu pada penguatan SDM. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, sektor swasta, dunia pendidikan, serikat pekerja, pemerintah daerah, serta masyarakat sipil. Selain itu, pemerintah Turkiye terus memperkuat pendidikan vokasi agar lebih selaras dengan kebutuhan industri. Berbagai program pelatihan dan pengembangan keterampilan juga digalakkan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja masa depan. “Target kami adalah menciptakan lapangan kerja bagi 3 juta anak muda dalam tiga tahun ke depan,” kata Erdogan. Dalam upaya mendorong kesetaraan, Erdogan turut menyoroti peningkatan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja. Ia menyebutkan bahwa tingkat partisipasi perempuan meningkat dari 27,9 persen menjadi 34,7 persen, sementara tingkat pekerjaan perempuan naik dari 25,3 persen menjadi 31,7 persen. Selain itu, keterwakilan perempuan di sektor publik juga mengalami peningkatan signifikan dalam 12 tahun terakhir. Pemerintah Turkiye juga telah melakukan reformasi kebijakan untuk mendukung pekerja perempuan, termasuk memperpanjang masa cuti melahirkan hingga 24 minggu. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus mendorong partisipasi perempuan dalam dunia kerja. Di akhir pernyataannya, Erdogan menekankan pentingnya peran Organisation for Economic Co-operation and Development dalam memfasilitasi dialog internasional dan menyediakan analisis kebijakan di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berubah. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi pusat OECD di Istanbul dalam mendukung pengembangan kebijakan berbasis data. Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Turkiye menunjukkan komitmennya untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan daya saing nasional melalui pengembangan SDM yang unggul dan adaptif terhadap perubahan global.

Sumber : Anadolu

share Bagikan:

BERITA TERKAIT

campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya