Jumat, 16 Oktober 2026 • 20:54 WIB
BREAKING
Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani
ID EN
NANGGROVA.ID — Voice of Nanggroe
NUSANTARA bolt BREAKING

Indonesia Masuki Kemarau, Namun Hujan Masih Sering Turun di Sejumlah Wilayah

N
Najmul Hadi
• calendar_today Sabtu, 20 Juni 2026 • 05:41 WIB • schedule 2 mnt baca
Indonesia Masuki Kemarau, Namun Hujan Masih Sering Turun di Sejumlah Wilayah
photo_camera BMKG memperkirakan hujan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia meski musim kemarau meluas. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

NANGGROVA.MY.ID | JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia meskipun sebagian besar daerah telah memasuki periode musim kemarau. Namun, intensitas hujan diperkirakan akan terus menurun seiring meluasnya wilayah kemarau.

Dalam analisis Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan periode 19–25 Juni 2026, BMKG menyebutkan bahwa memasuki Dasarian III Juni 2026, wilayah Indonesia yang berada dalam musim kemarau diprediksi semakin bertambah dengan sifat hujan umumnya berada pada kategori bawah normal.

“Memasuki Dasarian III Juni 2026, wilayah Indonesia yang berada pada periode musim kemarau diprakirakan semakin bertambah,” tulis BMKG dalam keterangannya.

BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh perkembangan indikator *El Niño Southern Oscillation* (ENSO) yang menunjukkan kecenderungan menuju fase hangat dengan intensitas moderat di Samudra Pasifik tropis bagian tengah hingga timur. Indeks Niño 3.4 tercatat sebesar +0,92 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -23,1, yang secara umum dapat mengurangi peluang pembentukan hujan di Indonesia.

Meski demikian, BMKG menegaskan potensi hujan tetap perlu diwaspadai karena dinamika atmosfer regional dan faktor lokal masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

Dalam sepekan ke depan, pola siklonik diperkirakan terbentuk di Samudra Pasifik utara Papua Barat serta di Samudra Hindia barat Sumatra. Kondisi ini dapat memicu perlambatan dan pertemuan angin yang berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan.

Selain itu, atmosfer lokal di sejumlah wilayah masih menunjukkan kondisi labil yang mendukung pembentukan awan konvektif, terutama di Aceh, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua.

“Dengan adanya kombinasi faktor-faktor tersebut, peluang hujan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari mendatang, meskipun secara umum sebagian wilayah telah memasuki periode musim kemarau,” jelas BMKG.

BMKG juga mencatat beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, di antaranya Sumatra Utara dan Kepulauan Bangka Belitung pada 19–21 Juni, serta Papua Pegunungan pada 22–25 Juni.

Berdasarkan analisis Dasarian I Juni 2026, wilayah yang telah memasuki musim kemarau semakin meluas, meliputi sebagian Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua Selatan.

Meski demikian, hujan dengan intensitas signifikan masih terjadi di sejumlah wilayah, terutama Indonesia bagian utara dan wilayah ekuator. Pada periode 15–18 Juni 2026, hujan lebat hingga sangat lebat tercatat di Kalimantan Barat, Sumatra Utara, Aceh, Sumatra Barat, Jambi, dan Kepulauan Riau.

BMKG menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer seperti Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta sirkulasi siklonik di Samudra Hindia yang membentuk daerah konvergensi dan belokan angin.

Sumber : CNN

share Bagikan:

BERITA TERKAIT

campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya