NANGGROVA.MY.ID | JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyatakan dukungannya terhadap implementasi Biosolar B50 di rest area jalan tol sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem transportasi berkelanjutan dan mendukung agenda transisi energi nasional.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan rest area memiliki peran strategis sebagai titik layanan energi bagi pengguna jalan tol, termasuk kendaraan logistik. Menurutnya, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendukung penerapan bahan bakar ramah lingkungan tersebut.
"Jasa Marga memastikan ekosistem infrastruktur pendukung jalan tol mampu beradaptasi dengan kebutuhan transportasi masa depan. Melalui rest area dan sinergi bersama Pertamina, kami mendukung implementasi B50 agar pengguna jalan dapat mengakses layanan energi yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional," ujar Rivan, Jumat (10/7).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dan koordinasi layanan pada peresmian implementasi Biosolar B50 yang dilakukan Presiden Republik Indonesia di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 57A Jalan Tol Jakarta–Cikampek.
TIP KM 57A dipilih karena berada di koridor utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional. Lokasi ini juga terhubung dengan Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ), sehingga dinilai strategis untuk mendukung penyediaan layanan energi bagi pengguna jalan tol.
Untuk memastikan implementasi berjalan lancar, Jasa Marga memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) dan mitra pengelola SPBU di kawasan rest area. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan fasilitas, kelancaran operasional, serta penyaluran Biosolar B50 sesuai ketentuan pemerintah.
Rivan menambahkan, penerapan Biosolar B50 merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip *environmental, social, and governance (ESG) ke dalam pengelolaan bisnis, sekaligus mendukung pembangunan transportasi yang lebih berkelanjutan.
Ke depan, layanan Biosolar B50 akan diperluas secara bertahap ke SPBU di rest area ruas Jasa Marga Group lainnya, menyesuaikan kesiapan sarana, keandalan pasokan, dan regulasi teknis yang berlaku.
Melalui langkah tersebut, Jasa Marga berharap rest area tidak hanya menjadi tempat singgah bagi pengguna jalan, tetapi juga berkembang sebagai pusat layanan yang mendukung mobilitas, distribusi logistik, ketahanan energi, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Sumber : Antara