ACEHTIMES.CO.ID | BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menambah jumlah tim patroli kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari empat menjadi 20 tim sebagai upaya memperkuat pencegahan agar kebakaran tidak meluas.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan 20 tim patroli tersebut akan diperkuat dengan dukungan teknologi drone untuk mendeteksi dan mencegah munculnya titik api baru, terutama di wilayah prioritas di Banjarbaru.
“20 tim patroli karhutla ini akan didukung tim dengan teknologi drone untuk mencegah munculnya titik api baru khususnya di wilayah prioritas di Banjarbaru,” kata Hanif saat meninjau penanganan karhutla di Banjarbaru, Senin.
Menurut Hanif, penguatan patroli darat diperlukan karena sebagian besar kasus karhutla di Kalimantan Selatan dipengaruhi aktivitas manusia. Sementara itu, kondisi iklim menjadi faktor yang membuat lahan lebih mudah terbakar dan menyebabkan kebakaran berpotensi meluas.
“Sebagian besar kondisi kebakaran ini karena antropogenik atau ulah manusia. Pemicunya adalah iklim, tetapi penyebabnya adalah ulah manusia,” ujarnya.
Ia menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan melalui pemadaman setelah kebakaran terjadi. Upaya pencegahan dan deteksi dini harus diperkuat untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.
Hanif menilai penambahan tim patroli menjadi langkah penting untuk meningkatkan pengawasan di lapangan. Dengan patroli yang lebih intensif, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui sejak awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
Ia menjelaskan fenomena iklim seperti El Nino lebih berperan sebagai pemicu karena menyebabkan kondisi lahan menjadi kering dan mudah terbakar. Sementara aktivitas manusia menjadi faktor yang perlu dicegah melalui peningkatan pengawasan.
“Ini yang kemudian harus kita cegah dengan patroli yang semakin kita perkuat untuk mendeteksi potensi titik api lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan sebelum kebakaran berkembang dan meluas ke wilayah lain di Kalimantan Selatan,” kata Hanif.