NANGGROVA.MY.ID | KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menggelar program pertukaran pelajar dan guru jenjang SD dan SMP yang melibatkan sekolah negeri dan swasta. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkecil kesenjangan mutu antar sekolah di wilayah tersebut.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan program pertukaran memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan suasana belajar di lingkungan yang berbeda. Selama mengikuti kegiatan, siswa dan guru akan menjalani proses belajar mengajar secara penuh di sekolah tujuan serta terlibat dalam berbagai aktivitas kolaboratif bersama warga sekolah.
Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan peserta sekaligus menjadi sarana berbagi praktik baik antar sekolah.
"Tujuannya agar kesenjangan kualitas antarsekolah semakin kecil, sehingga perbedaannya tidak terlalu mencolok," ujar Sam'ani usai melepas peserta program di halaman SMP Negeri 2 Jati, Kudus, Senin.
Pelaksanaan program tahun ini berlangsung selama dua pekan, mulai 27 Juli hingga 8 Agustus 2026. Durasi tersebut lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berlangsung satu pekan.
Sebanyak 290 siswa dari 53 sekolah mengikuti program tersebut. Rinciannya, 210 siswa berasal dari 33 SMP negeri dan swasta, sedangkan 80 siswa berasal dari 20 SD negeri dan swasta. Selain itu, sebanyak 62 guru dari 31 SMP negeri maupun swasta juga ikut dalam program pertukaran mengajar.
Sam'ani menjelaskan, tahun ini terdapat sejumlah peningkatan dalam pelaksanaan program. Selain memperpanjang masa pertukaran, pemerintah daerah juga untuk pertama kalinya melibatkan para guru agar tercipta pertukaran pengalaman mengajar serta penguatan kompetensi pendidik.
Ia juga meminta seluruh peserta, guru, dan kepala sekolah menyusun buku harian selama mengikuti kegiatan. Catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kualitas sekolah, mulai dari sumber daya manusia, sarana prasarana, metode pembelajaran, hingga pengembangan kompetensi guru.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. M. Kowiyul Amin, siswa SMP Duta Aswaja, mengaku antusias mengikuti pertukaran pelajar di SMP Negeri 3 Bae selama dua pekan karena menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman belajar baru.
Hal serupa disampaikan Nabila, siswi SD 1 Mlati Lor, yang akan mengikuti pembelajaran di SD 1 Wergu Wetan. Ia mengaku senang dapat belajar di sekolah berbeda sekaligus menambah teman.
Dukungan juga datang dari orang tua peserta. Siti Mukminah, orang tua siswa SD 4 Loram Wetan, menilai program tersebut memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi anak-anak. Ia bahkan menyatakan siap mengantar dan menjemput anaknya selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Kudus Abdul Rochim menyebutkan delapan siswanya mengikuti pertukaran pelajar ke SMP Negeri 1 Bae, sedangkan dua guru ditugaskan mengajar di SMP Negeri 1 Kaliwungu sebagai bagian dari program pertukaran guru.
Sumber : Antara