NANGGROVA.MY.ID | JAKARTA – Sejumlah berita unggulan pada Senin (22/6) menjadi sorotan publik, mulai dari rencana aksi long march yang digelar Aliansi Masyarakat Jakarta untuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pembukaan program beasiswa doktor bagi dosen oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Aliansi Masyarakat Jakarta menyatakan siap menggelar aksi damai dan long march pada Senin (22/6) untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kebijakan penggratisan tiket masuk tempat wisata dan transportasi umum yang dikelola Pemprov DKI pada 22, 27, dan 28 Juni 2026. Kebijakan ini berlaku bagi warga Jakarta maupun luar daerah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut fasilitas gratis tersebut mencakup berbagai destinasi wisata seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, museum, serta moda transportasi seperti MRT Jakarta, Transjakarta, dan LRT Jakarta.
Di sektor infrastruktur, PT PLN (Persero) memastikan pemulihan jaringan listrik akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah pada 16 Juni telah pulih 100 persen. Seluruh sistem kelistrikan dilaporkan kembali normal.
Sementara itu, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi dengan mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, yakni Pertalite, Bio Solar, dan LPG 3 kilogram, guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Di bidang pendidikan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka program Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) Tahun 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualifikasi akademik dosen di Indonesia.
Berbagai kebijakan dan agenda tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut isu sosial, ekonomi, infrastruktur, hingga pendidikan yang berdampak langsung pada masyarakat luas.
Sumber : Antara