Jumat, 16 Oktober 2026 • 17:41 WIB
BREAKING
Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani
ID EN
NANGGROVA.ID — Voice of Nanggroe
GAYA HIDUP bolt BREAKING

Mengenal dan Mencintai Batik Jadi Upaya Melestarikan Warisan Budaya

R
Redaksi NANGGROVA
• calendar_today Jumat, 02 Oktober 2026 • 21:56 WIB • schedule 2 mnt baca
Mengenal dan Mencintai Batik Jadi Upaya Melestarikan Warisan Budaya
photo_camera Sejumlah koleksi batik yang dipamerkan dalam pameran “Jejak Keindahan: Batik Kudus, Demak, dan Banyumas” di Museum Tekstil, Jakarta, dalam memperingati Hari Batik Nasional 2026. (NANGGROVA/Sri Dewi Larasati)

NANGGROVA | JAKARTA — Mengenal, mempelajari, dan mencintai batik dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keberlanjutan batik sebagai warisan budaya Indonesia, khususnya di tengah perubahan zaman.

Kepala Unit Pengelola Museum Seni, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Sri Kusumawati mengatakan masyarakat, terutama generasi muda, diharapkan tidak hanya bangga mengenakan batik, tetapi juga memahami nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.

“Keberlanjutan batik sebagai warisan budaya sangat bergantung pada sejauh mana kita mampu menjadikannya tetap hidup, relevan, dan dicintai dari generasi ke generasi,” kata Sri kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, batik tidak sekadar kain atau busana, melainkan bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Upaya mengenalkan keberagaman batik dilakukan Museum Tekstil melalui pameran “Jejak Keindahan: Batik Kudus, Demak, dan Banyumas” yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2026.

Pameran tersebut menghadirkan 60 koleksi batik lama milik Museum Tekstil, terdiri atas tiga koleksi batik Demak, 15 batik Kudus, dan 42 batik Banyumas.

Sri menjelaskan ketiga tradisi batik tersebut merupakan bagian dari perjalanan sosial dan budaya masyarakat di daerah masing-masing. Setiap motif dan lembar kain menyimpan jejak sejarah, kreativitas, serta kehidupan masyarakat pada zamannya.

Namun, keberlangsungan tradisi batik di sejumlah daerah menghadapi berbagai tantangan. Berkurangnya regenerasi pembatik, perubahan pola kehidupan masyarakat, perkembangan selera, serta faktor sosial dan ekonomi turut memengaruhi keberlanjutan tradisi tersebut.

Pameran itu sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali mengenal koleksi Batik Kudus, Demak, dan Banyumas serta memahami perjalanan, keindahan, dan keberlanjutan tradisinya.

“Meskipun masa kejayaannya mungkin telah berlalu, jejak keterampilan, kreativitas, dan nilai budaya yang terkandung dalam karya-karya tersebut tetap hidup hingga hari ini,” ujar Sri.

Sebagai museum yang memiliki perhatian terhadap tekstil Indonesia, Museum Tekstil tidak hanya menyimpan dan merawat koleksi, tetapi juga melakukan pendataan, dokumentasi, konservasi, penelitian, pameran, serta berbagai kegiatan edukasi dan publik.

Museum Tekstil juga membangun kolaborasi dengan pembatik, komunitas, akademisi, kolektor, dan berbagai pihak yang memiliki pengetahuan mengenai batik.

Sri menegaskan pelestarian batik tidak cukup hanya dilakukan dengan menjaga kainnya. Pengetahuan mengenai pembuat, daerah asal, teknik pembuatan, motif, pewarnaan, fungsi, hingga cerita masyarakat di balik setiap kain juga perlu didokumentasikan.

“Dengan demikian, museum dapat menjadi ruang yang menghubungkan warisan masa lalu dengan perkembangan batik masa kini dan generasi yang akan datang,” tuturnya. | Akbar

share Bagikan:

BERITA TERKAIT

campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya