NANGGROVA.MY.ID | SURABAYA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta seluruh pemerintah kabupaten dan kota dalam mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Apresiasi tersebut disampaikan usai menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat untuk orang tua dan calon siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, Jumat.
Menurut Gus Ipul, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia. Saat ini terdapat 26 Sekolah Rakyat rintisan yang telah beroperasi di berbagai kabupaten dan kota.
Selain itu, pemerintah juga tengah membangun 16 gedung Sekolah Rakyat permanen di Jawa Timur yang ditargetkan selesai pada Juli 2026 dan mulai digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
Setiap gedung permanen dirancang mampu menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen, dengan 16 di antaranya berada di Jawa Timur.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, Jawa Timur tidak hanya memiliki jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, tetapi juga menjadi daerah dengan pembangunan kampus permanen terbanyak.
Kegiatan Open House Sekolah Rakyat digelar untuk memberikan kesempatan kepada orang tua, calon siswa, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah melihat secara langsung proses pembelajaran di Sekolah Rakyat.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari baris variasi, hadrah, tari tradisional, pencak silat, pidato berbahasa Inggris dan Arab, paduan suara, hingga pembacaan puisi. Penampilan tersebut menjadi gambaran perkembangan kemampuan dan kepercayaan diri siswa setelah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Selain menyaksikan penampilan siswa, Mensos juga berdialog langsung dengan para orang tua, siswa, dan calon peserta didik untuk mendengar pengalaman serta harapan mereka terhadap program Sekolah Rakyat.
Sumber : Antara