Jumat, 16 Oktober 2026 • 18:29 WIB
BREAKING
Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani
ID EN
NANGGROVA.ID — Voice of Nanggroe
TEKNOLOGI HEADLINE

Nezar Dorong Indonesia Segera Masuk Rantai Pasok Kecerdasan Buatan

M
Muhammad akbar
• calendar_today Jumat, 24 Juli 2026 • 04:14 WIB • schedule 3 mnt baca
Nezar Dorong Indonesia Segera Masuk Rantai Pasok Kecerdasan Buatan
photo_camera Wamenkomdigi Nezar Patria menjadi pembicara dalam Alumni Night: Grab Velocity Ventures (GVV) di, Jakarta Pusat, Rabu (22/07/2026). (ANTARA/nanggrova.my.id /HO-Kementerian Komunikasi dan Digital)

NANGGROVA.MY.ID | JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan Indonesia agar tidak terlambat mengambil peran dalam rantai pasok industri kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) global. Menurutnya, persaingan AI saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pengembangan aplikasi, tetapi juga mencakup penguasaan semikonduktor, pusat data, hingga mineral kritis yang menjadi penopang ekonomi digital dunia.

Nezar mengatakan, Indonesia harus segera memperkuat posisinya agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga mampu menjadi bagian penting dalam ekosistem industri global.

"Yang paling penting lagi adalah, jangan terlambat untuk masuk ke dalam rantai pasok global, termasuk AI," ujar Nezar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, perkembangan perusahaan rintisan (startup) kini mengalami perubahan paradigma. Jika sebelumnya banyak startup mengejar pertumbuhan dan valuasi tinggi, kini fokus bergeser pada pembangunan bisnis yang berkelanjutan dengan fondasi yang lebih kuat.

Menurut Nezar, pengalaman India menunjukkan bahwa dukungan pemerintah melalui penguatan ekosistem startup, kebijakan Make in India, serta pembangunan industri semikonduktor mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi berbasis AI.

"AI kali ini menjadi driving process untuk bertumbuhnya startup-startup," katanya.

Nezar menilai Indonesia memiliki modal besar untuk bersaing di sektor AI. Tingginya tingkat adopsi teknologi AI, berkembangnya startup berbasis AI, hingga munculnya inisiatif pengembangan Large Language Model (LLM) nasional menjadi fondasi penting menuju kedaulatan AI di Indonesia.

Meski demikian, ia mengakui Indonesia masih berada pada tahap pemanfaatan teknologi sehingga perlu meningkatkan kapasitas nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.

"Kita masih di level usage. Kita belum menjadi developer untuk soal AI," ujarnya.

Lebih lanjut, Nezar menekankan bahwa pengembangan AI memerlukan dukungan infrastruktur digital yang memadai, seperti pusat data, Graphics Processing Unit (GPU), dan industri semikonduktor.

Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi besar melalui cadangan mineral kritis, seperti nikel dan pasir silika, yang perlu dihilirisasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi industri teknologi nasional.

Menurutnya, hilirisasi mineral kritis menjadi produk antara akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri semikonduktor sekaligus meningkatkan daya saing nasional di tengah perkembangan teknologi dunia.

Pemerintah juga tengah menyusun Peta Jalan AI yang akan ditetapkan melalui Peraturan Presiden sebagai pedoman pengembangan AI nasional. Regulasi tersebut dirancang dengan pendekatan berbasis risiko sehingga mampu menjaga ruang inovasi sekaligus memastikan pemanfaatan AI berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.

Nezar menegaskan bahwa AI seharusnya menjadi teknologi pendamping yang membantu meningkatkan produktivitas manusia, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia.

"Teknologi ini harus dijadikan sebagai companion buat kita. Bukan kita kemudian menyerahkan semuanya kepada artificial intelligence," pungkasnya.

Sumber : Antara

share Bagikan:

BERITA TERKAIT

campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya