Sabtu, 17 Oktober 2026 • 22:08 WIB
BREAKING
Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani
ID EN
NANGGROVA.ID — Voice of Nanggroe
INTERNASIONAL bolt BREAKING

PBB Tambahkan Israel ke Daftar Hitam Pelanggaran Kekerasan Seksual

M
Muhammad akbar
• calendar_today Jumat, 29 Mei 2026 • 09:48 WIB • schedule 2 mnt baca
PBB Tambahkan Israel ke Daftar Hitam Pelanggaran Kekerasan Seksual
photo_camera Gedung PBB di New York, Kamis (28/5/2026), menjadi pusat perhatian setelah muncul laporan terbaru terkait dugaan pelanggaran kemanusiaan dalam konflik Gaza.

Gaza - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dilaporkan menambahkan entitas Israel ke dalam daftar hitam pihak yang diduga melakukan kekerasan seksual di zona konflik. Informasi tersebut dilaporkan media The Jerusalem Post pada Kamis (28/5).

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Layanan Penjara Israel (IPS) akan dimasukkan ke dalam daftar tahun 2026. Selain itu, sejumlah otoritas Israel lainnya juga disebut telah masuk dalam kerangka pemantauan untuk kemungkinan dimasukkan ke daftar serupa di masa mendatang.

Sesuai mekanisme PBB, negara atau kelompok bersenjata yang masuk daftar sekretaris jenderal PBB akan tetap berada dalam daftar tersebut minimal selama satu tahun.

Pemerintah Israel menyebut terdapat tekanan besar terhadap Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, agar memasukkan Israel ke dalam daftar hitam tersebut.

Sebelumnya pada Agustus tahun lalu, Guterres telah memberikan peringatan kepada Israel terkait kemungkinan dimasukkannya mereka ke dalam daftar resmi PBB mengenai pihak-pihak yang diduga melakukan pola kekerasan seksual dalam konflik bersenjata.

Sebagai respons terhadap langkah tersebut, Israel dilaporkan membekukan hubungan dengan Kantor Sekretaris Jenderal PBB serta membatalkan kunjungan yang direncanakan oleh pejabat PBB ke Israel.

Israel juga menyatakan tidak akan menjalin kontak dengan Kantor Sekretaris Jenderal PBB selama Antonio Guterres masih memimpin organisasi internasional tersebut. Masa jabatan Guterres sendiri dijadwalkan berakhir pada 31 Desember mendatang.

Sementara itu, opini yang diterbitkan The New York Times turut menjadi sorotan dalam isu ini. Jurnalis Nicholas Kristof menulis mengenai dugaan pola kekerasan seksual terhadap warga Palestina yang dilakukan oleh aparat keamanan Israel.

Dalam tulisannya, Kristof menyebut adanya dugaan kekerasan seksual terhadap pria, perempuan, hingga anak-anak Palestina oleh tentara Israel, aparat keamanan, serta petugas penjara.

Artikel tersebut ditulis berdasarkan wawancara dengan sejumlah korban yang mengaku mengalami pelecehan dan kekerasan seksual selama penahanan maupun operasi keamanan berlangsung.

Laporan itu kembali memicu perhatian internasional terhadap situasi kemanusiaan di Palestina, khususnya terkait perlindungan warga sipil di tengah konflik yang terus berlangsung di Jalur Gaza dan wilayah pendudukan lainnya.

Sumber : Gazamedia.net

share Bagikan:

BERITA TERKAIT

campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya