NANGGROVA.MY.ID | JAKARTA – Keputusan pemerintah untuk mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite, Bio-Solar, dan LPG 3 kilogram dinilai sebagai langkah tepat dalam menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman, di Jakarta, Minggu.
“Kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat luas,” kata Abdul Rahman.
Ia menjelaskan, sektor transportasi publik dan distribusi barang yang menjadi tulang punggung perekonomian masih sangat bergantung pada BBM bersubsidi. Karena itu, keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi dinilai dapat menahan tekanan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat.
“Keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan langkah yang tepat karena dapat menjaga daya beli masyarakat dan menahan tekanan inflasi,” ujarnya.
Abdul Rahman menambahkan, distribusi barang dan jasa di Indonesia masih didominasi penggunaan BBM bersubsidi sehingga perubahan harga Pertamax tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap biaya logistik maupun harga kebutuhan pokok.
“Karena itu, dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi relatif terbatas,” katanya.
Ia juga menyoroti penyesuaian harga Pertamax yang mengikuti nilai keekonomian energi, termasuk dinamika harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang dipengaruhi kondisi geopolitik global.
Menurutnya, kenaikan harga Pertamax bukan keputusan yang mudah karena dapat berdampak pada beban keuangan Pertamina maupun pemerintah apabila harga ditahan terlalu lama di bawah nilai keekonomiannya.
Ia menilai, konsumen Pertamax umumnya berasal dari kelompok masyarakat menengah ke atas yang dinilai lebih mampu menyesuaikan pola konsumsi.
Sementara itu, ia menegaskan bahwa kenaikan Pertamax tidak akan memberikan dampak besar terhadap inflasi nasional karena sektor transportasi publik dan distribusi barang masih menggunakan BBM bersubsidi.
“Kenaikan Pertamax tidak akan terlalu berdampak terhadap peningkatan inflasi karena transportasi publik, baik untuk angkutan orang maupun barang, masih menggunakan BBM bersubsidi,” ujarnya.
Abdul Rahman juga mendorong pemerintah untuk memastikan ketersediaan BBM bersubsidi di seluruh daerah agar tidak terjadi kelangkaan maupun antrean panjang yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Ia menambahkan, pemerintah perlu memperkuat berbagai paket kebijakan dan insentif ekonomi guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan begitu, daya beli dan aktivitas ekonomi kelas menengah dapat terus terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi global,” katanya.
Sumber : Antara