Jumat, 16 Oktober 2026 • 19:08 WIB
BREAKING
Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani
ID EN
NANGGROVA.ID — Voice of Nanggroe
EKONOMI & BISNIS bolt BREAKING

Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik demi Lindungi Daya Beli

N
Najmul Hadi
• calendar_today Minggu, 21 Juni 2026 • 06:32 WIB • schedule 2 mnt baca
Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik demi Lindungi Daya Beli
photo_camera Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

NANGGROVA.MY.ID | JAKARTA – Keputusan pemerintah untuk mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite, Bio-Solar, dan LPG 3 kilogram dinilai sebagai langkah tepat dalam menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman, di Jakarta, Minggu.

“Kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat luas,” kata Abdul Rahman.

Ia menjelaskan, sektor transportasi publik dan distribusi barang yang menjadi tulang punggung perekonomian masih sangat bergantung pada BBM bersubsidi. Karena itu, keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi dinilai dapat menahan tekanan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat.

“Keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan langkah yang tepat karena dapat menjaga daya beli masyarakat dan menahan tekanan inflasi,” ujarnya.

Abdul Rahman menambahkan, distribusi barang dan jasa di Indonesia masih didominasi penggunaan BBM bersubsidi sehingga perubahan harga Pertamax tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap biaya logistik maupun harga kebutuhan pokok.

“Karena itu, dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi relatif terbatas,” katanya.

Ia juga menyoroti penyesuaian harga Pertamax yang mengikuti nilai keekonomian energi, termasuk dinamika harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang dipengaruhi kondisi geopolitik global.

Menurutnya, kenaikan harga Pertamax bukan keputusan yang mudah karena dapat berdampak pada beban keuangan Pertamina maupun pemerintah apabila harga ditahan terlalu lama di bawah nilai keekonomiannya.

Ia menilai, konsumen Pertamax umumnya berasal dari kelompok masyarakat menengah ke atas yang dinilai lebih mampu menyesuaikan pola konsumsi.

Sementara itu, ia menegaskan bahwa kenaikan Pertamax tidak akan memberikan dampak besar terhadap inflasi nasional karena sektor transportasi publik dan distribusi barang masih menggunakan BBM bersubsidi.

“Kenaikan Pertamax tidak akan terlalu berdampak terhadap peningkatan inflasi karena transportasi publik, baik untuk angkutan orang maupun barang, masih menggunakan BBM bersubsidi,” ujarnya.

Abdul Rahman juga mendorong pemerintah untuk memastikan ketersediaan BBM bersubsidi di seluruh daerah agar tidak terjadi kelangkaan maupun antrean panjang yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Ia menambahkan, pemerintah perlu memperkuat berbagai paket kebijakan dan insentif ekonomi guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan begitu, daya beli dan aktivitas ekonomi kelas menengah dapat terus terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi global,” katanya.

Sumber : Antara

share Bagikan:

BERITA TERKAIT

campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya