NANGGROVA.MY.ID | RUANDA – UNICEF mulai mengirimkan bantuan kemanusiaan mendesak dan penyelamat jiwa ke Republik Demokratik Kongo sebagai bagian dari respons darurat terhadap wabah Ebola yang terus meningkat. Informasi tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis malam.
Lebih dari 100 ton bantuan telah dikirimkan dengan dukungan Uni Eropa. Bantuan tersebut mencakup alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan garis depan, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, serta berbagai peralatan medis penting.
Perwakilan UNICEF di Kongo, John Agbor, mengatakan pihaknya sedang berpacu dengan waktu untuk mengendalikan penyebaran wabah Ebola yang semakin mengkhawatirkan.
“Kami sedang berpacu dengan waktu untuk mengendalikan wabah ini. Situasinya sangat mengkhawatirkan dan dinamis. Bantuan darurat ini sangat penting untuk membantu melindungi tenaga kesehatan dan mendukung masyarakat yang terdampak, termasuk anak-anak,” ujar Agbor.
UNICEF memperkirakan bantuan tersebut akan mendukung hampir 100.000 orang, termasuk anak-anak dan keluarga yang tinggal di wilayah dengan kondisi kemanusiaan rapuh akibat pengungsian dan terbatasnya akses terhadap layanan sosial dasar.
Seluruh bantuan diterbangkan dari pusat logistik dan pasokan global UNICEF di Kopenhagen melalui layanan penerbangan kemanusiaan khusus yang didukung Operasi Perlindungan Sipil dan Bantuan Kemanusiaan Komisi Eropa.
Sementara itu, laporan situasi Kementerian Kesehatan Kongo pada Rabu menunjukkan jumlah kasus dugaan Ebola telah melampaui 1.000 kasus, terutama di wilayah timur negara tersebut yang mengalami lonjakan penyebaran.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, juga tiba di Kongo pada Kamis guna memperkuat upaya penanganan wabah Ebola.
Tedros menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam langkah pencegahan wabah. Menurutnya, kondisi keamanan yang tidak stabil dan tingginya angka pengungsian penduduk membuat penanganan Ebola menjadi semakin kompleks.
Sumber: Anadolu