NANGGROVA.MY.ID | BOGOR – Sebuah video yang memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMA di Kota Bogor viral di media sosial dan memicu keprihatinan masyarakat. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di kawasan Jalan Ciheuleut, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.pada Rabu (4/6/2026).
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang siswa telah terjatuh dan terbaring di atas tanah. Meski dalam kondisi tidak berdaya, korban masih menjadi sasaran kekerasan oleh sejumlah orang yang diduga merupakan sesama pelajar.
Video tersebut memperlihatkan para pelaku secara bergantian melakukan tindakan fisik terhadap korban. Sementara itu, korban tampak tidak mampu melawan dan hanya terdengar mengerang kesakitan di tengah kerumunan pelaku yang mengelilinginya.
Aksi kekerasan yang terekam dan tersebar luas di berbagai platform media sosial itu sontak menuai reaksi keras dari warganet. Banyak pihak menyayangkan terjadinya tindakan brutal di kalangan pelajar yang seharusnya fokus pada kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan yang terjadi di wilayah Bogor Timur. Aparat juga telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan langsung melakukan langkah-langkah penyelidikan.
Saat ini, penyidik tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta menelusuri identitas para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Polisi juga mengamankan berbagai barang bukti, termasuk rekaman video yang beredar di media sosial, guna mendukung proses penyidikan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku. Seluruh pihak yang terbukti terlibat akan dimintai pertanggungjawaban berdasarkan hasil penyelidikan yang sedang berjalan.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan terkait maraknya kekerasan antarpelajar yang terjadi di berbagai daerah. Masyarakat berharap penanganan yang tegas dapat memberikan efek jera sekaligus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan membahayakan keselamatan generasi muda.