NANGGROVA.MY.ID | JAKARTA – Vivo resmi meluncurkan ponsel lipat terbarunya, Vivo X Fold 6, di pasar China. Perangkat flagship ini hadir membawa sejumlah peningkatan signifikan, mulai dari kamera utama beresolusi 200 MP, baterai berkapasitas 7.000 mAh, hingga penggunaan chipset MediaTek Dimensity 9500 Super Edition untuk pertama kalinya pada lini ponsel lipat Vivo.
Vivo X Fold 6 dibekali layar lipat AMOLED berukuran 8,02 inci dengan resolusi 2504 x 2312 piksel dan refresh rate adaptif 1–120 Hz. Layar bagian dalam dilindungi kaca Ultra Thin Glass (UTG), sementara layar luar berukuran 6,5 inci memiliki resolusi 2528 x 1120 piksel dengan perlindungan Armour Glass generasi kedua.
Untuk kebutuhan fotografi, Vivo menyematkan kamera utama Samsung HPB 200 MP yang telah dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS). Konfigurasi kameranya juga mencakup kamera ultra-wide 50 MP serta kamera telefoto periskop Sony LYTIA 602 50 MP dengan dukungan teknologi VCS dan OIS. Bagi pecinta fotografi, perangkat ini juga kompatibel dengan aksesori vivo Zeiss Teleconverter G2.
Di sektor performa, Vivo X Fold 6 ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9500 Super Edition yang dipadukan dengan chip pencitraan Vivo V3+. Ponsel ini menjalankan sistem operasi OriginOS 6 Fold berbasis Android 16, serta didukung RAM LPDDR5X Ultra dan penyimpanan UFS 4.1 untuk menunjang kinerja yang lebih cepat.
Daya tahan menjadi salah satu keunggulan perangkat ini berkat baterai Blue Ocean 7.000 mAh dengan teknologi baterai solid-state generasi ketiga. Pengisian dayanya mendukung fast charging 80W melalui kabel dan wireless charging 40W.
Selain itu, Vivo X Fold 6 juga dibekali berbagai fitur premium seperti sertifikasi IP58 dan IP59, Wi-Fi 7, USB 3.2 Gen 1, NFC, motor linier sumbu X, speaker stereo, serta sensor sidik jari di sisi perangkat.
Vivo menawarkan perangkat ini dalam beberapa pilihan konfigurasi memori, yakni 12GB/256GB, 12GB/512GB, 16GB/512GB, 16GB/1TB, serta Black Gold Edition dengan RAM 16GB dan penyimpanan 1TB.
Di pasar China, Vivo X Fold 6 dipasarkan mulai 7.999 yuan atau sekitar Rp21 juta, sementara varian tertinggi dibanderol 11.299 yuan atau sekitar Rp29 juta. Hingga kini, Vivo belum mengumumkan jadwal peluncuran global untuk ponsel lipat flagship tersebut.
Sumber : Antara