NANGGROVA.MY.ID | CARACAS, VENEZUELA – Dua gempa bumi kuat yang terjadi secara beruntun mengguncang Venezuela pada Kamis (25/6), menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai lebih dari 700 orang. Guncangan keras merusak sejumlah bangunan di ibu kota Caracas dan wilayah pesisir La Guaira, menurut laporan Al Jazeera.
Pemerintah Venezuela telah menetapkan status darurat nasional. Sementara itu, Bandara Internasional Simón Bolívar di Caracas ditutup akibat kerusakan infrastruktur.
Para ahli seismologi menyebut peristiwa dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan ini sebagai kejadian langka yang memperparah dampak kerusakan. Adam Pascale dari Seismology Research Centre Australia menyatakan bahwa tingkat kerusakan diperkirakan lebih parah dibandingkan gempa Caracas tahun 1967.
Warga Caracas menggambarkan kepanikan saat bangunan berguncang hebat. Banyak orang berhamburan ke jalan untuk menyelamatkan diri, sementara tim penyelamat terus melakukan evakuasi terhadap korban yang masih terjebak reruntuhan.
Jurnalis lokal Noris Soto melaporkan bahwa banyak warga kehilangan rumah dan harta benda mereka. Kondisi diperburuk oleh terputusnya jaringan telepon dan internet, sehingga informasi dari wilayah terdampak sulit diperoleh.
Di tengah krisis, sejumlah negara dan organisasi internasional mulai menawarkan bantuan. Uni Eropa mengaktifkan sistem pemantauan satelit Copernicus, sementara China, Prancis, dan Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) menyatakan kesiapan membantu.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mendesak pemerintah Venezuela membuka akses informasi seluas-luasnya, termasuk media sosial, agar masyarakat dapat memperoleh informasi penting selama masa tanggap darurat.
Sumber: Gazamedia.net