NANGGROVA.MY.ID | KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut tinggi yang dapat mencapai 4 meter di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan demi menghindari risiko kecelakaan di laut.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, mengatakan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, serta perairan selatan Sabu-Raijua.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola angin di wilayah NTT yang umumnya bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 4 hingga 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, hingga perairan selatan Timor-Rote.
BMKG menyebut kondisi angin tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan, sehingga diperlukan kewaspadaan dari seluruh pengguna jasa transportasi laut.
Peringatan dini gelombang tinggi tersebut berlaku mulai Minggu, 5 Juli, hingga Rabu, 8 Juli. Selama periode tersebut, aktivitas pelayaran diimbau untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berangkat.
BMKG juga memberikan batas kewaspadaan bagi berbagai jenis kapal. Nelayan diminta berhati-hati apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Operator kapal tongkang diimbau waspada ketika angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter, sedangkan nakhoda kapal ferry diminta meningkatkan kewaspadaan jika kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter.
Masyarakat yang membutuhkan informasi cuaca maritim terbaru dapat mengakses layanan resmi BMKG melalui kanal informasi yang tersedia atau mengikuti pembaruan cuaca dari Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
Sumber : Antara