Sabtu, 17 Oktober 2026 • 23:12 WIB
BREAKING
Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani
ID EN
NANGGROVA.ID — Voice of Nanggroe
NUSANTARA bolt BREAKING

KemenHAM Perkuat Evaluasi Kebijakan dan Pembangunan Papua

M
Muhammad akbar
• calendar_today Sabtu, 30 Mei 2026 • 08:46 WIB • schedule 2 mnt baca
KemenHAM Perkuat Evaluasi Kebijakan dan Pembangunan Papua
photo_camera Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Jayapura, Jumat (29/5/2026). ANTARA/HO-KemenHAM.

NANGGROVA.MY.ID | JAKARTA – Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) membuka ruang evaluasi terhadap regulasi dan pelaksanaan pembangunan di Papua guna memastikan setiap kebijakan berjalan selaras dengan prinsip hak asasi manusia serta kebutuhan masyarakat setempat.

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, mengatakan pemerintah mencermati sejumlah persoalan dalam regulasi yang berkaitan dengan penegakan HAM, termasuk Undang-Undang Pengadilan HAM yang berlaku sejak tahun 2000.

"Kami menilai terdapat sejumlah persoalan dalam implementasi Undang-Undang Pengadilan HAM. Karena itu, regulasi tersebut perlu dikaji dan diperbaiki," kata Mugiyanto di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas usulan peserta Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura yang menginginkan pembentukan peradilan HAM khusus di Papua guna memperkuat akses masyarakat terhadap keadilan.

Selain itu, KemenHAM juga menyoroti berbagai kritik terhadap sejumlah proyek pembangunan, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN), yang dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi aspirasi masyarakat adat.

Menurut Mugiyanto, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pencapaian fisik, tetapi juga harus menghormati martabat manusia dan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

"Kami ingin memperkuat aspek hak asasi manusia agar pembangunan tetap memanusiakan manusia," ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, KemenHAM tengah menyiapkan regulasi mengenai bisnis dan hak asasi manusia guna memastikan perusahaan menjalankan aktivitas usaha sesuai prinsip penghormatan terhadap HAM.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menegaskan pentingnya evaluasi tata kelola pembangunan di Papua meski pemerintah telah mengalokasikan dukungan anggaran besar melalui kebijakan otonomi khusus.

Menurutnya, masih diperlukan penguatan regulasi daerah yang mampu melindungi hak dan kepentingan masyarakat asli Papua secara lebih efektif.

Dalam forum tersebut, berbagai perwakilan masyarakat Papua menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan PSN, perlindungan wilayah adat, penguatan kewenangan lembaga representasi masyarakat Papua, hingga perlindungan kekayaan intelektual komunal.

Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan Papua yang lebih partisipatif, inklusif, dan berbasis hak asasi manusia.

share Bagikan:

BERITA TERKAIT

campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya