NANGGROVA.MY.ID | SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan keberadaan Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, akan memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian dan penyediaan sumber daya air yang lebih andal.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan pembangunan bendungan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air di Jawa Tengah. Bendungan Jlantah sendiri diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara daring pada Jumat (10/7).
Menurut Sumarno, bendungan itu akan memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian, pengendalian banjir, penyediaan air baku, hingga mendukung energi baru terbarukan. Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Karanganyar dan wilayah sekitarnya.
Bendungan Jlantah memiliki kapasitas mengairi sekitar 1.500 hektare lahan pertanian yang telah ada, serta mendukung pengembangan sekitar 229 hektare sawah baru. Dengan pasokan air yang lebih stabil, lahan pertanian diperkirakan dapat ditanami hingga tiga kali dalam setahun dengan rata-rata hasil panen mencapai enam ton gabah per hektare setiap musim tanam.
Melalui peningkatan intensitas tanam tersebut, Bendungan Jlantah diperkirakan mampu menopang produksi sekitar 27 ribu ton padi setiap tahun.
Selain untuk irigasi, bendungan ini juga akan menyediakan air baku bagi masyarakat dengan kapasitas sekitar 125 liter per detik guna memenuhi kebutuhan air bersih dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Tidak hanya itu, Bendungan Jlantah juga dirancang mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sehingga manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh sektor pertanian, tetapi juga sektor energi.
Meski telah diresmikan, Sumarno menyebut masih diperlukan pembangunan jaringan irigasi agar manfaat bendungan dapat dimaksimalkan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum guna mengusulkan pembangunan jaringan irigasi melalui Instruksi Presiden (Inpres).
Sementara itu, Koordinator Kelompok Petani Pemakai Air Desa Tlobo, Sugeng, mengaku keberadaan bendungan telah membawa perubahan signifikan bagi petani. Sebelum bendungan dibangun, keterbatasan pasokan air membuat petani hanya mampu menanam padi dua kali dalam setahun.
"Kalau dulu sebelum ada bendung, petani hanya bisa dua musim tanam. Musim tanam ketiga tidak bisa panen karena kekurangan air. Setelah ada bendung ini, sekarang sudah bisa tiga musim tanam," ujar Sugeng.
Sumber : Antara