NANGGROVA.MY.ID | BEIRUT – Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon selatan dan timur pada Jumat (19/6) dilaporkan mencapai 30 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka, menurut keterangan layanan ambulans Lebanon kepada RIA Novosti.
Sebelumnya pada hari yang sama, sumber lain menyebutkan sedikitnya 24 orang tewas dan 24 lainnya terluka akibat serangan yang melibatkan pesawat tempur, drone, serta artileri berat Israel yang menyasar sejumlah permukiman di Lebanon selatan.
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk eskalasi serangan tersebut dan menyebut situasi itu sebagai perkembangan berbahaya yang menimbulkan korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Ia juga menilai serangan tersebut mengancam upaya konsolidasi gencatan senjata di wilayah itu.
“Akibat serangan udara Israel di Kota Ain Bourday di Distrik Baalbek, menurut data awal, tiga orang tewas dan enam orang terluka. Tiga lainnya tewas akibat serangan udara di sebuah perkebunan di Kota Jamaliya di utara Baalbek,” kata sumber setempat.
Selain itu, wilayah Kota Touline di Lebanon selatan juga dilaporkan menjadi sasaran serangan udara. Tim penyelamat telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan penanganan darurat.
Hingga saat ini, situasi di beberapa wilayah terdampak masih tegang, sementara jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring proses pencarian dan evakuasi yang terus dilakukan oleh tim penyelamat.
Sumber : Antara