NANGGROVA.MY.ID | MADRID – Pemerintah Spanyol memanggil kuasa usaha Kedutaan Besar Israel di Madrid setelah militer Israel mencegat armada kemanusiaan menuju Gaza. Langkah diplomatik tersebut diambil menyusul kecaman keras Spanyol terhadap tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional.
Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, mengatakan pemerintahnya telah menyampaikan protes resmi kepada Israel atas intersepsi terhadap armada bantuan kemanusiaan yang berlayar menuju Jalur Gaza.
Menurut Albares, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan menunjukkan pengabaian terhadap norma hukum internasional.
Armada yang dikenal sebagai Global Sumud Flotilla (GSF) membawa aktivis internasional dan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Sejumlah laporan menyebut kapal-kapal itu dicegat angkatan laut Israel di perairan internasional saat berupaya mendekati wilayah Gaza yang masih diblokade ketat.
Berdasarkan laporan Reuters, armada tersebut terdiri atas puluhan kapal dengan ratusan peserta dari berbagai negara. Sebagian kapal dilaporkan dicegat dan dinaiki pasukan Israel, sementara beberapa lainnya tetap melanjutkan pelayaran.
Pemerintah Spanyol juga mengaktifkan mekanisme perlindungan konsuler bagi warga negaranya yang berada di dalam armada tersebut. Sejumlah aktivis asal Spanyol diketahui ikut dalam flotilla yang dicegat.
Kecaman terhadap tindakan Israel turut datang dari sejumlah pakar hukum internasional dan pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka menilai pencegatan kapal sipil di perairan internasional berpotensi melanggar prinsip kebebasan navigasi dan hukum laut internasional.
Di sisi lain, Israel mempertahankan tindakannya dengan alasan menegakkan blokade laut terhadap Gaza. Pemerintah Israel menilai misi flotilla tersebut sebagai bentuk provokasi politik dan menegaskan tidak akan membiarkan kapal apa pun menembus blokade.
Insiden ini kembali memperuncing ketegangan diplomatik antara Madrid dan Tel Aviv di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap situasi kemanusiaan di Gaza. Pemerintah Spanyol dalam beberapa bulan terakhir menjadi salah satu negara Eropa yang paling vokal mengkritik operasi militer Israel dan menyerukan penghentian perang serta pembukaan akses bantuan kemanusiaan secara penuh.
Sumber : Gazamedia.net