NANGGROVA.MY.ID | JAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong pembentukan koperasi profesi sebagai upaya memperkuat permodalan, tata kelola, serta akses pasar bagi berbagai kelompok pekerja, termasuk jurnalis, konten kreator, animator, hingga pekerja migran.
Hal tersebut disampaikan Ferry saat menjadi narasumber dalam SAJID Friday Morning Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Diskusi dipandu Ketua Umum SAJID Bachtiar Nasir dan dihadiri para jurnalis dari berbagai media.
Dalam paparannya, Ferry mengatakan banyak profesi memiliki potensi besar, namun masih menghadapi kendala dalam memperoleh akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta hubungan langsung dengan pemberi kerja. Menurutnya, koperasi profesi dapat menjadi solusi untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut.
"Konten kreator, animator, dan berbagai komunitas profesi bisa membentuk koperasi. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan dukungan permodalan, penguatan manajemen, dan pendampingan," ujar Ferry.
Ia menjelaskan, koperasi memiliki filosofi yang berbeda dengan Perseroan Terbatas (PT). Jika PT bertumpu pada kekuatan modal dan kepemilikan saham, koperasi dibangun atas prinsip kebersamaan dengan hak yang setara bagi seluruh anggotanya.
"Kalau PT yang berkuasa pemegang saham. Kalau koperasi, semua anggota memiliki hak yang sama. Orang-orang yang memiliki kepentingan sejenis bisa menyatukan kekuatan melalui koperasi," katanya.
Menurut Ferry, model koperasi juga memberikan manfaat ekonomi yang langsung dirasakan oleh para anggotanya. Keuntungan yang diperoleh akan kembali kepada anggota koperasi, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Ferry mencontohkan pengembangan koperasi profesi bagi pekerja migran. Selama ini, banyak calon pekerja migran harus menjual aset atau berutang untuk membiayai pelatihan, pengurusan dokumen, hingga keberangkatan ke luar negeri.
Ia menyebut, melalui koperasi, pemerintah dapat memberikan dukungan pembiayaan sejak awal sehingga beban ekonomi calon pekerja migran dapat dikurangi. Setelah kembali ke Indonesia, koperasi juga dapat menjadi wadah untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
"Kami bersama Kementerian Pekerja Migran sedang mendorong lahirnya koperasi-koperasi profesi pekerja migran," ujarnya.
Ferry menegaskan pemerintah terbuka untuk mendukung pembentukan koperasi profesi di berbagai sektor, termasuk di kalangan jurnalis. Ia mengatakan Kementerian Koperasi memiliki skema pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat koperasi.
"Kalau ada koperasi profesi jurnalis, kita siap dukung. Kita punya LPDB yang bisa membantu pembiayaan," kata Ferry.
Sumber : Gazamedia.net