NANGGROVA.MY.ID | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto berziarah ke makam aktivis buruh sekaligus Pahlawan Nasional, Marsinah, usai meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu.
Ziarah tersebut berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan Marsinah yang dikenal sebagai simbol keberanian dan perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.
Makam Marsinah berada sekitar satu kilometer dari kompleks museum yang sebelumnya diresmikan Presiden Prabowo. Setibanya di lokasi, Presiden berjalan menuju pusara Marsinah didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih.
Di hadapan makam, Prabowo menaburkan bunga dan memanjatkan doa untuk mendiang Marsinah.
Momen itu menjadi penutup rangkaian peresmian Museum Ibu Marsinah yang dipadati masyarakat dan para buruh dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya saat peresmian museum, Prabowo mengungkapkan bahwa usulan penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional datang langsung dari kalangan buruh Indonesia.
“Mereka satu suara, semua organisasi buruh sepakat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional. Dan saya mendapat kehormatan untuk jadikan beliau sebagai pahlawan nasional,” kata Presiden.
Ziarah tersebut juga menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan seorang buruh perempuan yang namanya terus dikenang para pekerja di Indonesia.
Museum Marsinah dibangun di kawasan rumah masa kecil Marsinah dan dirancang sebagai ruang memorial perjuangan buruh. Selain menyimpan arsip dan barang pribadi milik Marsinah, museum tersebut juga dilengkapi rumah singgah bagi pekerja dari berbagai daerah.
Marsinah diketahui merupakan aktivis buruh yang menjadi negosiator ratusan pekerja dalam aksi mogok kerja terkait tuntutan upah minimum dan kebebasan berserikat. Ia dilaporkan hilang pada 5 Mei 1993 dan ditemukan meninggal dunia empat hari kemudian.
Sumber : Antara