NANGGROVA.MY.ID | JAKARTA – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan kabar duka atas gugurnya salah satu prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas perdamaian dunia di Lebanon, yakni Praka Rico Pramudia. Prajurit TNI Angkatan Darat tersebut meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dialaminya saat bertugas. Melalui pernyataan resmi, Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum. Dalam unggahan di akun media sosial resminya, disebutkan bahwa gugurnya Praka Rico merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI dan bangsa Indonesia. Dalam pernyataan tersebut dijelaskan bahwa Praka Rico gugur saat menjalankan misi bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di wilayah Lebanon Selatan. Misi ini merupakan bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Kepergian Praka Rico Pramudia dalam pelaksanaan tugas menjaga perdamaian dunia menjadi duka yang mendalam. Almarhum wafat setelah menjalani perawatan akibat luka yang dialami selama penugasan,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan di Jakarta. Sementara itu, upaya konfirmasi lebih lanjut juga dilakukan kepada Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, guna memperoleh informasi detail terkait kronologi kejadian. Namun hingga laporan ini disusun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Praka Rico merupakan salah satu dari tiga prajurit TNI yang mengalami luka dalam insiden penyerangan yang terjadi di wilayah penugasan di Lebanon pada akhir Maret lalu. Dalam kejadian tersebut, pos kontingen Indonesia yang berada di daerah Adshit al-Qusyar menjadi sasaran serangan artileri. Akibat serangan itu, Praka Rico mengalami luka berat, sementara dua rekannya, yakni Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan, dilaporkan mengalami luka ringan. Ketiganya segera mendapatkan penanganan medis setelah insiden terjadi. Menurut keterangan sebelumnya dari Mabes TNI, serangan tersebut terjadi secara tiba-tiba dan mengenai area tempat para prajurit Indonesia bertugas. Dalam insiden yang sama, seorang prajurit lainnya, Praka Farizal Romadhon, dilaporkan gugur di lokasi setelah terkena dampak langsung dari serangan tersebut. Kondisi Praka Rico yang kritis membuatnya harus segera dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit rujukan di Beirut. Ia kemudian dirawat secara intensif di Rumah Sakit St. George untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Selama beberapa pekan, Praka Rico menjalani perawatan intensif dengan harapan kondisinya dapat membaik. Namun, meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Ia akhirnya dinyatakan gugur setelah berjuang melawan luka yang dideritanya. Kepergian Praka Rico menambah daftar prajurit Indonesia yang gugur dalam misi perdamaian dunia. Dedikasi dan pengorbanannya menjadi bukti komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan global, khususnya di kawasan konflik seperti Lebanon. Pihak TNI dan pemerintah Indonesia dipastikan akan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdiannya. Selain itu, perhatian juga akan diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan sebagai bentuk tanggung jawab negara. Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus mengumpulkan informasi tambahan terkait insiden penyerangan tersebut, termasuk situasi keamanan di lokasi penugasan. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus melindungi prajurit yang bertugas di luar negeri. Gugurnya Praka Rico menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para prajurit dalam menjalankan misi kemanusiaan dan perdamaian. Di balik tugas tersebut, terdapat pengorbanan besar yang tidak selalu terlihat, namun memiliki arti penting bagi dunia internasional. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, namun juga menghadirkan rasa bangga atas dedikasi dan keberaniannya. Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya yang telah mengabdikan diri demi perdamaian dunia.
Sumber : Antara