NANGGROVA.MY.ID | JAKARTA – Vokalis band legendaris The Cure, Robert Smith, melontarkan kritik terhadap rencana penyelenggaraan halftime show pada laga final Piala Dunia FIFA 2026. Menurutnya, kehadiran pertunjukan musik di jeda pertandingan tidak sejalan dengan tradisi sepak bola, meski ia menegaskan kritik tersebut tidak ditujukan kepada para artis yang akan tampil.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Smith menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap konsep pertunjukan jeda yang untuk pertama kalinya akan digelar pada final Piala Dunia. Ia menekankan bahwa yang dipersoalkannya adalah ide penyelenggaraan halftime show, bukan para musisi yang terlibat.
"Saya berbicara tentang ide adanya halftime show di final Piala Dunia," tulis Smith.
Pertunjukan tersebut dikurasi oleh vokalis Coldplay, Chris Martin, dan dijadwalkan menghadirkan sejumlah musisi ternama dunia, seperti Madonna, Justin Bieber, Shakira, serta grup K-pop BTS.
Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyebut halftime show sebagai bagian dari sejarah baru Piala Dunia. Menurutnya, konsep tersebut akan memadukan sepak bola dengan hiburan musik kelas dunia sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih berkesan bagi para penonton.
Meski demikian, rencana tersebut memicu perdebatan terkait durasi jeda pertandingan. Sejumlah laporan sempat menyebut halftime show dapat berlangsung hingga 25 menit, sementara regulasi sepak bola menetapkan waktu istirahat antarbabak maksimal 15 menit. Pihak penyelenggara kemudian memastikan bahwa pertunjukan musik akan dibatasi sekitar 11 menit agar tidak mengganggu jalannya pertandingan.
Selain penampilan para penyanyi internasional, halftime show juga akan menghadirkan konduktor Gustavo Dudamel bersama anggota New York Philharmonic dan Simón Bolívar Symphony Orchestra of Venezuela. Penampilan tersebut akan menjadi penghormatan bagi Venezuela yang sebelumnya dilanda gempa bumi.
Sumber : Antara