ACEHTIMES.CO.ID | GAZA CITY — Sembilan warga Palestina, termasuk empat anak-anak, dilaporkan terluka akibat tembakan pasukan Israel di sejumlah wilayah Jalur Gaza sejak Sabtu (8/8/2026) pagi.
Laporan media Palestina yang mengutip sumber medis dari sejumlah rumah sakit di Gaza menyebutkan, para korban mengalami luka dengan tingkat keparahan yang beragam, mulai dari sedang hingga serius.
Penembakan dilaporkan terjadi di beberapa wilayah yang berada di luar kendali langsung pasukan Israel maupun posisi militer Israel yang berada di dalam Jalur Gaza.
Insiden tersebut kembali menyoroti kondisi gencatan senjata di Gaza yang dinilai masih rapuh. Kesepakatan penghentian permusuhan yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 itu masih diwarnai laporan mengenai berbagai pelanggaran.
Ribuan Pelanggaran Gencatan Senjata
Kantor Media Pemerintah Gaza pada Kamis (6/8) menyatakan bahwa pasukan Israel telah melakukan 4.091 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata selama 300 hari pertama sejak kesepakatan tersebut diberlakukan.
Menurut otoritas Gaza, berbagai pelanggaran itu menyebabkan 1.254 warga Palestina tewas dan 4.121 lainnya mengalami luka-luka.
Selain korban jiwa dan luka-luka, sebanyak 159 warga Palestina juga dilaporkan ditangkap selama periode tersebut. Otoritas Gaza menyebut pembatasan terhadap pergerakan warga serta hambatan dalam distribusi bantuan kemanusiaan masih terus terjadi.
Sementara itu, sumber medis di Jalur Gaza yang dikutip kantor berita Antara pada Kamis (6/8) melaporkan jumlah korban tewas akibat perang yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah mencapai 73.381 orang. Sebanyak 174.231 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Kondisi Kemanusiaan Masih Memprihatinkan
Pemberlakuan gencatan senjata belum sepenuhnya memulihkan kondisi kemanusiaan di Gaza. Sekitar 1,9 juta dari total 2,4 juta penduduk Gaza masih berada dalam kondisi terusir dari tempat tinggal mereka.
Kerusakan infrastruktur juga masih menjadi persoalan besar. Sekitar 80 persen bangunan di Gaza dilaporkan mengalami kerusakan atau hancur akibat rangkaian serangan yang berlangsung sejak 2023.
Dalam perkembangan lainnya, Board of Peace yang dibentuk berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 dan dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menjadi salah satu mekanisme pengawasan untuk tahap lanjutan pelaksanaan gencatan senjata.
Namun, laporan mengenai penembakan dan dugaan pelanggaran lainnya menunjukkan bahwa pelaksanaan kesepakatan di lapangan masih menghadapi berbagai kendala.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari otoritas Palestina mengenai insiden penembakan pada Sabtu tersebut. Militer Israel juga belum memberikan tanggapan atas laporan mengenai korban luka. | Gazamedia.net