NANGGROVA.MY.ID | DEIR AL-BALAH — Sedikitnya tujuh warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan udara dan tembakan artileri Israel di sejumlah wilayah Jalur Gaza pada Selasa (25/8/2026) waktu setempat.
Serangan tersebut terjadi di tengah gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Di saat yang sama, Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan kondisi pasokan oksigen di rumah sakit yang semakin kritis dan berpotensi mengancam kebutuhan dasar pasien.
Tiga warga Palestina dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya terluka setelah sebuah rumah di Beit Lahiya, dekat Rumah Sakit Kamal Adwan, menjadi sasaran serangan. Informasi tersebut disampaikan sumber dari Rumah Sakit Al-Shifa.
Serangan drone juga dilaporkan menghantam kerumunan warga sipil di kawasan al-Mawasi, Khan Younis. Insiden itu menyebabkan satu orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, tiga warga Palestina lainnya meninggal dunia akibat luka yang diderita dalam serangan Israel sebelumnya. Dua korban meninggal akibat luka dari serangan pada Senin (24/8), sedangkan satu korban lainnya mengalami luka dalam serangan sekitar dua pekan sebelumnya.
Krisis Oksigen Mengancam Pasien Kritis
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, mengatakan situasi di wilayah tersebut semakin memburuk akibat serangan yang terus berlangsung.
Kepada Al Jazeera, al-Bursh menilai gencatan senjata yang berlaku belum sepenuhnya memberikan perlindungan bagi masyarakat di lapangan. Ia mengatakan serangan Israel terus meningkat dan kesepakatan gencatan senjata masih dilanggar.
Menurut al-Bursh, dari 34 stasiun oksigen yang tersedia di Gaza, hanya sekitar 12 yang masih beroperasi. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu pasokan oksigen bagi pasien kritis, termasuk bayi prematur.
Krisis pasokan oksigen juga berlangsung ketika jumlah korban akibat serangan terus meningkat. Warga yang tinggal di tenda pengungsian maupun kawasan permukiman yang telah hancur menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap serangan.
Korban Perang Terus Bertambah
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 1.285 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025 hingga akhir pekan lalu.
Secara keseluruhan, jumlah korban tewas sejak perang dimulai pada Oktober 2023 dilaporkan telah mencapai 73.422 orang, sementara 174.401 lainnya mengalami luka-luka.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Ribuan jenazah disebut masih berada di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan selama perang dan belum berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.
Kondisi tersebut semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, sementara fasilitas kesehatan menghadapi keterbatasan pasokan dan kemampuan untuk menangani pasien dalam jumlah besar. | Gazamedia.net