NANGGROVA.MY.ID | GAZA CITY — Sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas setelah sebuah drone militer Israel menghantam pos polisi di kawasan al-Faluja, Jabalia, Gaza utara, pada Selasa (14/7/2026) sore. Di antara korban tewas terdapat kepala pos polisi serta seorang petugas perempuan, menurut otoritas setempat. Hingga kini, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Gaza menyebut enam personel kepolisian menjadi korban tewas dalam serangan itu, termasuk direktur pos polisi. Sementara itu, Badan Pertahanan Sipil Palestina melaporkan jumlah korban jiwa mencapai delapan orang. Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit al-Shifa untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Pemerintah Gaza mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang menargetkan aparat kepolisian yang tengah menjalankan tugas.
Pada hari yang sama, serangan juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Jalur Gaza. Di Khan Younis, serangan udara Israel dilaporkan menewaskan satu warga sipil dan melukai tiga orang lainnya, termasuk seorang anak dan seorang perempuan. Selain itu, seorang warga lainnya meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya dalam insiden yang terjadi dua hari sebelumnya.
Insiden terpisah juga dilaporkan di kawasan al-Mawasi, Khan Younis. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun bernama Muataz Abu Shaar dilaporkan tewas setelah terkena tembakan. Menanggapi kejadian di wilayah Rafah, militer Israel menyatakan operasi tersebut menargetkan seorang anggota kelompok bersenjata. Namun, pihak militer belum memberikan tanggapan terkait serangan di Jabalia maupun Khan Younis.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, sedikitnya 1.108 warga Palestina dilaporkan tewas dan 3.578 lainnya mengalami luka-luka akibat berbagai serangan yang disebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut. Pada periode yang sama, empat tentara Israel dilaporkan tewas dalam serangan kelompok bersenjata di Gaza.
Secara keseluruhan, otoritas kesehatan Gaza mencatat jumlah korban tewas sejak perang meletus pada Oktober 2023 telah melampaui 73.000 jiwa.
Gelombang serangan terbaru terjadi ketika delegasi pimpinan Hamas berada di Kairo, Mesir, untuk melanjutkan pembahasan implementasi fase kedua rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Perundingan difokuskan pada isu pelucutan senjata Hamas serta penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Meski demikian, sejumlah sumber menyebut pembicaraan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Israel tetap menuntut Hamas menyerahkan kendali pemerintahan Gaza dan melucuti seluruh persenjataannya. Di sisi lain, Hamas menyatakan bersedia menyerahkan pemerintahan sipil, namun menolak tuntutan pelucutan senjata secara menyeluruh dan menilai pelanggaran gencatan senjata oleh Israel menjadi hambatan utama dalam proses perdamaian.
Sumber : Gazamedia.net