NANGGROVA.MY.ID | ANKARA – Petani dinilai memegang peranan penting dalam upaya menghadapi perubahan iklim, terutama melalui penerapan sistem penggunaan air yang lebih efisien di sektor pertanian.
Profesor hidrolika pertanian, irigasi, dan penginderaan jauh dari University of Naples Federico II, Guido D’Urso, mengatakan wilayah pertanian di kawasan Mediterania perlu segera beradaptasi terhadap cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
Menurut D’Urso, perlindungan terhadap lahan subur di kawasan Mediterania sangat penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan sekaligus melindungi kesejahteraan petani dari ancaman kerugian besar.
“Pertanian merupakan sektor dengan konsumsi air terbesar sehingga langkah-langkah di bidang ini menjadi sangat penting,” kata D’Urso kepada Anadolu Agency.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini sebenarnya telah menyediakan berbagai perangkat untuk membantu proses pemantauan dan pengelolaan penggunaan air, termasuk dalam menghadapi potensi bencana dan mendeteksi kerentanan sejak dini.
Namun demikian, D’Urso menilai pengelolaan air irigasi masih menghadapi tantangan karena belum adanya standar pencatatan penggunaan air yang jelas di berbagai wilayah.
Menurutnya, standardisasi data penggunaan air sangat diperlukan agar setiap daerah dapat mengetahui secara pasti ketersediaan air serta distribusinya untuk kebutuhan sipil, industri, dan pertanian.
“Dengan sistem yang jelas, kebijakan distribusi air akan menjadi lebih transparan,” ujarnya.
Meski konsep tersebut dinilai mudah diterapkan secara teori, pelaksanaannya di lapangan masih terkendala oleh banyaknya lembaga dan otoritas yang mengelola sektor air sehingga sering menimbulkan konflik kepentingan maupun perbedaan data.
Selain itu, D’Urso juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam transformasi pertanian berbasis teknologi. Ia menilai petani muda memiliki kemampuan lebih baik dalam memanfaatkan teknologi modern dibanding generasi sebelumnya.
Menurut dia, berbagai teknologi baru kini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya air di sektor pertanian.
D’Urso menambahkan bahwa kebijakan lama di sejumlah negara, termasuk Turkiye, selama ini terlalu berfokus pada pembangunan bendungan besar yang kompleks dan sulit dikelola.
Sebagai alternatif, ia mendorong penerapan solusi berbasis alam dan intervensi langsung di tingkat pertanian untuk meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan.
Ia juga menyarankan pemerintah memberikan insentif kepada petani agar menggunakan teknologi irigasi modern seperti irigasi tetes, irigasi bawah permukaan, dan sistem pengendalian jarak jauh guna mengurangi penguapan air dan meningkatkan efisiensi distribusi air ke lahan pertanian.
Di sisi lain, D’Urso menekankan pentingnya peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan agar inovasi dari para peneliti dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
Menurutnya, petani juga merupakan pelaku usaha yang harus tetap memperoleh keuntungan ekonomi sehingga diperlukan keseimbangan antara produktivitas pertanian dan perlindungan lingkungan.
“Masa depan planet ini juga bergantung pada petani,” Ujarnya
Sumber : Anadolu