NANGGROVA.MY.ID | ISTANBUL – Pemerintah China menyoroti rencana Amerika Serikat (AS) yang tengah membahas rancangan undang-undang (RUU) pengendalian ekspor, khususnya terkait pengetatan terhadap peralatan produksi chip canggih.
Seorang juru bicara Kementerian Perdagangan China, seperti dilaporkan Kantor Berita Xinhua, Sabtu, mengatakan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap tatanan ekonomi dan perdagangan internasional apabila resmi diberlakukan.
Menurutnya, RUU pengendalian ekspor AS itu juga dinilai dapat mengganggu stabilitas industri semikonduktor global serta rantai pasokan dunia. China sebelumnya telah menyatakan penolakan terhadap perluasan konsep keamanan nasional yang dianggap berlebihan dan berpotensi disalahgunakan dalam kebijakan perdagangan.
“China akan memantau dengan cermat proses legislatif, menilai dampaknya terhadap kepentingan nasional, serta mengambil langkah tegas untuk melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan China,” ujar juru bicara tersebut.
Diketahui, Komite Urusan Luar Negeri DPR AS pada awal April telah mengesahkan Undang-Undang Penyelarasan Multilateral Pengendalian Teknologi pada Perangkat Keras atau MATCH Act, bersama sejumlah RUU terkait pengendalian ekspor lainnya.
Di tengah dinamika tersebut, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada Mei mendatang. Pertemuan itu sebelumnya direncanakan berlangsung pada akhir Maret, namun ditunda akibat situasi konflik di Iran.
Sebagai dua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia, hubungan AS dan China hingga kini masih diwarnai berbagai perbedaan pandangan, termasuk dalam isu perdagangan dan Taiwan.
Kebijakan terbaru AS ini diperkirakan akan kembali memicu ketegangan dalam hubungan dagang kedua negara, sekaligus menjadi perhatian global terkait dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Sumber : Antara