ACEHTIMES.CO.ID | GUIYANG — Tren minuman berbasis matcha di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Semakin banyak kafe dan gerai minuman teh di Tanah Air yang kini menghadirkan matcha sebagai menu utama, seiring meningkatnya minat konsumen terhadap minuman yang lebih sehat dan alami.
Di balik tren tersebut, terdapat pasokan bahan baku berkualitas tinggi dari perkebunan teh di China barat daya, khususnya Provinsi Guizhou, yang dikenal menghasilkan matcha dengan kualitas premium.
“Konsumen Indonesia menyukai tekstur matcha yang lembut, aroma yang segar, serta warna hijaunya yang cerah,” ujar Rusdi Zhang, pemasok bahan baku makanan dan minuman asal Indonesia. Ia menambahkan bahwa banyak pelaku usaha kafe menilai matcha tersebut memiliki konsistensi rasa yang baik, baik untuk minuman panas maupun dingin.
Perusahaan Zhang memasok bahan baku ke berbagai kafe, jaringan minuman teh susu, restoran, hingga produsen minuman di seluruh Indonesia. Ia menilai, pertumbuhan industri minuman di Indonesia turut didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen muda terhadap gaya hidup sehat serta transparansi bahan baku.
“Saat ini, konsumen lebih menyukai bahan-bahan alami. Bubuk matcha murni membantu membangun kepercayaan yang lebih kuat karena memberikan cita rasa autentik,” ujarnya.
Salah satu pemasok utama, Gui Tea Group, mengembangkan lini produksi matcha modern yang terintegrasi, mulai dari budidaya dengan teknik naungan (shaded cultivation), proses penghentian oksidasi melalui pengukusan (steam fixation), hingga penggilingan cerdas di wilayah Jiangkou, kaki Gunung Fanjingshan yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.
Menariknya, matcha dari Guizhou ini telah mengantongi sertifikasi halal, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar Indonesia yang mayoritas Muslim serta memberikan rasa aman bagi konsumen.
Distributor Indonesia pertama kali menjalin kerja sama dengan Gui Tea Group dalam sebuah pameran pada 2024. Sejak saat itu, kedua pihak terus memperkuat kolaborasi melalui komunikasi dan pertukaran bisnis.
Guizhou sendiri dikenal memiliki kondisi geografis ideal untuk budidaya teh, dengan dataran tinggi, garis lintang rendah, serta kabut alami yang membantu menghasilkan warna hijau cerah dan cita rasa matcha yang pekat dan segar.
Setiap batch produksi matcha melalui lebih dari 500 pengujian residu pestisida untuk memastikan keamanan konsumsi, termasuk pengendalian logam berat sesuai standar internasional.
Data menunjukkan, ekspor matcha Gui Tea Group ke Indonesia meningkat signifikan, dari kurang dari 10 ton pada 2024 menjadi lebih dari 60 ton pada 2025, atau naik lebih dari lima kali lipat.
Selain memasok bahan baku, pihak produsen juga memberikan dukungan pengembangan produk, termasuk penyesuaian resep, pelatihan penggunaan bahan, hingga pengembangan formula sesuai selera pasar Indonesia.
Zhang menambahkan bahwa matcha kini tidak hanya digunakan pada minuman, tetapi juga mulai merambah produk roti, dessert, es krim, hingga minuman siap minum (ready-to-drink).
“Matcha bukan lagi produk khusus, tetapi sudah menjadi bagian dari tren utama minuman di Indonesia,” katanya.
Ia juga memproyeksikan bahwa permintaan matcha premium akan terus meningkat seiring dengan kesadaran konsumen terhadap kualitas produk.
Di sisi lain, di Provinsi Guizhou telah terbentuk rantai industri terintegrasi yang melibatkan petani lokal, perusahaan pengolahan awal, hingga Gui Tea Group sebagai produsen utama. Model ini memastikan standar budidaya yang seragam serta kualitas produk yang dapat ditelusuri secara penuh.
Dari perkebunan teh di pegunungan Guizhou hingga tersaji di kafe-kafe Indonesia, matcha asal China ini kini menjadi bagian dari tren minuman modern yang menghadirkan cita rasa baru bagi konsumen di Tanah Air.
Sumber : Antara