Sabtu, 17 Oktober 2026 • 21:31 WIB
BREAKING
Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani
ID EN
NANGGROVA.ID — Voice of Nanggroe

Pemerintah Pangkas Rantai Pasok Pertanian Lewat Kopdes Merah Putih, Petani Diproyeksi Nikmati Keuntungan Lebih Besar

M
Muhammad akbar
• calendar_today Selasa, 28 Juli 2026 • 07:54 WIB • schedule 2 mnt baca
Pemerintah Pangkas Rantai Pasok Pertanian Lewat Kopdes Merah Putih, Petani Diproyeksi Nikmati Keuntungan Lebih Besar
photo_camera Suasana konferensi pers terkait rancangan Perpres Tata Kelola Penyelenggaraan KDKMP yang digelar di Jakarta, Selasa (28/7/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

NANGGROVA.MY.ID | JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memangkas rantai pasok hasil pertanian dari delapan mata rantai menjadi hanya tiga, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menggerakkan perekonomian desa.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan penyederhanaan rantai pasok tersebut akan membuat distribusi hasil pertanian menjadi lebih efisien. Dalam skema baru, alur distribusi akan berlangsung dari petani ke koperasi, kemudian dari koperasi langsung kepada masyarakat.

"Kalau sektor pertanian, fungsi utamanya memotong rantai pasok. Itu dari delapan menjadi tiga," kata Amran dalam konferensi pers terkait rancangan Peraturan Presiden (Perpres) Tata Kelola Penyelenggaraan KDKMP di Jakarta, Selasa.

Menurut Amran, pemerintah telah menghitung potensi keuntungan yang selama ini dinikmati pihak perantara dalam perdagangan sembilan komoditas pertanian. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp313 triliun.

Ia menilai apabila koperasi desa mampu mengambil sebagian peran distribusi tersebut dengan memperoleh sekitar Rp50 triliun, maka sisa keuntungan sekitar Rp263 triliun berpotensi kembali dinikmati oleh para petani.

"Kalau koperasi dapat Rp50 triliun saja, artinya ada Rp263 triliun yang bisa dinikmati petani," ujarnya.

Dana yang kembali ke petani itu, lanjut Amran, akan berputar di tingkat desa sehingga mampu mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Selain memperpendek rantai distribusi hasil pertanian, Koperasi Desa Merah Putih juga akan mempermudah akses petani terhadap pupuk. Nantinya, pupuk akan tersedia langsung di tingkat desa melalui koperasi sehingga petani tidak lagi harus menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkannya.

Dengan keberadaan koperasi di setiap desa, pemerintah optimistis perputaran ekonomi lokal akan semakin kuat, biaya distribusi dapat ditekan, kesejahteraan petani meningkat, serta berdampak pada naiknya daya beli masyarakat.

Pemerintah menargetkan sekitar 25 ribu Koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi pada Agustus–September 2026. Jumlah tersebut ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 35.862 unit pada akhir tahun.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, berharap Peraturan Presiden yang mengatur tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat diselesaikan pada pekan ini agar menjadi pedoman yang seragam dalam pelaksanaan program di seluruh Indonesia.

"Mudah-mudahan minggu ini selesai tata kelolanya agar semua bisa punya pegangan yang sama," ujar Zulkifli Hasan.

Sumber : Antara

share Bagikan:

BERITA TERKAIT

campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya