Sabtu, 17 Oktober 2026 • 23:13 WIB
BREAKING
Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani Gubernur Aceh Mualem Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Pertanian hingga Pendidikan Dek Fadh Bersama Abu Paya Pasie dan Ketua DPRA, Temui Menko Polkam, Perkuat Sinergi untuk Aceh Mualem Upayakan Listrik Gratis di Huntara Korban Banjir Aceh Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan Pj Sekda Aceh Minta Percepatan Rehabilitasi Terminal Aceh Tamiang, Fasilitas Pelayanan Ditingkatkan HUT ke-27 Bireuen Resmi Ditutup dengan Tabligh Akbar, Bupati Mukhlis: Jadikan Bireuen Berselawat Ruh Pembangunan Dek Fadh Hadiri Peringatan Maulid di Dayah Terpadu Inshafuddin Kapolres Bireuen Hadiri Malam Apresiasi Seni Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen Plt. Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI Tindaklanjuti Arahan Mendagri, Dek Fadh Minta Alat Berat Standby dan Sungai Dangkal Segera Ditangani
ID EN
NANGGROVA.ID — Voice of Nanggroe
HUKUM DAN KRIMINAL bolt BREAKING

Tragis, Satu Keluarga di Temanggung Ditemukan Tewas Diduga Keracunan

M
Muhammad akbar
• calendar_today Jumat, 29 Mei 2026 • 10:06 WIB • schedule 2 mnt baca
Tragis, Satu Keluarga di Temanggung Ditemukan Tewas Diduga Keracunan
photo_camera Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra memberikan penjelasan kepada wartawan di Temanggung, Jumat (29/5). ANTARA/Heru Suyitno

NANGROVA.MY.ID | TEMANGGUNG – Kasus meninggalnya empat orang dalam satu keluarga di kawasan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masih terus diselidiki pihak kepolisian. Keempat korban diduga meninggal akibat keracunan makanan atau gas hasil pembakaran saat berada di lokasi kejadian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan hasil pemeriksaan awal dari tim dokter forensik mengarah pada dua kemungkinan penyebab kematian.

“Dugaan sementara ada dua, yakni keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran,” katanya di Temanggung, Jumat.

Empat korban diketahui berinisial MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21). Mereka merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Komang menjelaskan proses otopsi telah dilakukan pada Kamis (28/5) dan selesai pada siang hari. Namun, dari empat korban, hanya jenazah AEH yang menjalani otopsi secara menyeluruh setelah mendapat persetujuan keluarga.

“Korban AEH dipilih karena dianggap paling sehat dan merupakan seorang atlet,” ujarnya.

Meski demikian, hasil otopsi lengkap belum dapat dipastikan dalam waktu dekat. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan serta Direktorat Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. Proses pemeriksaan diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga lima hari.

Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti untuk diperiksa lebih lanjut secara forensik.

Barang bukti yang diamankan meliputi lima unit telepon seluler, satu mobil, satu kamera, satu set kompor gas portabel, hingga tungku tanah liat yang digunakan untuk pembakaran briket.

Selain itu, polisi juga menyita sisa makanan berupa daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang diduga telah dimasak sebelum kejadian.

“Peralatan memasak ditemukan dalam keadaan tidak menyala,” kata Komang.

Ia menjelaskan kompor gas portabel berada di luar tenda atau di area teras pintu masuk. Sementara kondisi ventilasi atau celah di sisi kiri dan kanan tenda belum diketahui secara pasti apakah tertutup rapat.

“Hasil pemeriksaan di lokasi tidak ditemukan bekas muntahan atau tanda-tanda mencurigakan lainnya. Di dalam tenda hanya terdapat dua kasur dan kantong tidur,” ujarnya.

Hingga kini, polisi telah memeriksa empat saksi dari pihak pengelola tempat wisata guna mendalami penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut.

Sumber: Kabarin

share Bagikan:

BERITA TERKAIT

campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya campaign PASANG IKLAN ANDA DI SINI verified Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari WA 0821-8337-5860 newspaper NANGGROVA.ID — Portal Berita Terpercaya