NANGGROVA.MY.ID | NUSAKAMBANGAN – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memulai Gerakan Nasional Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui program skrining TBC, pemeriksaan rontgen dada, dan cek kesehatan gratis bagi warga binaan serta petugas pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Program tersebut ditandai dengan pelaksanaan kick off nasional di Lapas Kelas IIA Ngaseman, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (29/6). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan pemeriksaan kesehatan terhadap 272.573 warga binaan pemasyarakatan dan 48.876 petugas yang tersebar di 532 lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di seluruh Indonesia. Pelaksanaan skrining akan dilakukan secara bertahap hingga Desember 2026.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan, khusus di Nusakambangan sebagai lokasi peluncuran nasional, program ini akan menjangkau sedikitnya 4.842 warga binaan dan 926 pegawai.
"Layanan kesehatan merupakan hak dasar seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Pemeriksaan kesehatan dan skrining TBC menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini sekaligus mencegah penyebaran penyakit di lingkungan lapas dan rutan," ujar Agus.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa warga binaan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
"Jadi warga biasa dengan warga binaan itu hak kesehatannya harus sama. Harapannya mereka bisa menjalani masa pidana dengan sehat, kemudian keluar juga dalam kondisi sehat," kata Budi.
Menurutnya, lapas dan rutan menjadi salah satu lokasi dengan risiko penularan TBC yang lebih tinggi karena banyak penghuni tinggal dalam ruangan yang sama, tidur berdekatan, dan beraktivitas di ruang tertutup.
Karena itu, pelaksanaan skrining TBC di lingkungan pemasyarakatan menjadi bagian penting dalam mendukung target pemerintah menekan angka kasus TBC nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Budi berharap seluruh lapas dan rutan di Indonesia dapat melaksanakan skrining secara optimal sehingga warga binaan yang terdeteksi mengidap TBC dapat segera memperoleh pengobatan dan mencegah penularan kepada penghuni lainnya.
Program skrining nasional ini akan terus berlangsung secara bertahap hingga akhir 2026 dengan melibatkan seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan di Indonesia.
Sumber : Antara